Kata Pengantar
Puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmatnya sehingga
tersusunlah Tugas Makalah kami,Proses Produksi tentang mesin gerinda.
Makalah
ini kami susun berdasarkan data-data yang kami dapat, yang mungkin
berguna bagi yang membaca,dan bagi kami (Tim penyusun makalah)
khususnya.
Penyusun
menyadari bahwa baik isi maupun cara penyusunan makalah ini jauh dari
kata sempurna. Kemungkinan salah cetak juga tak dapat dihindarkan. Oleh
karena itu segala saran, tegur sapa, dan kritik membangun sangat kami
harapkan. Demikianlah, mudah-mudahan makalah ini berguna dan dapat
dimanfaatkan.
Penulis
Mesin Gerinda
Mesin
gerinda tangan merupakan mesin yang berfungsi untuk menggerinda benda
kerja. Awalnya mesin gerinda hanya ditujukan untuk benda kerja berupa
logam yang keras seperti besi dan stainless steel. Menggerinda dapat
bertujuan untuk mengasah benda kerja seperti pisau dan pahat, atau dapat
juga bertujuan untuk membentuk benda kerja seperti merapikan hasil
pemotongan, merapikan hasil las, membentuk lengkungan pada benda kerja
yang bersudut, menyiapkan permukaan benda kerja
untuk dilas, dan lain-lain.
Mesin
Gerinda didesain untuk dapat menghasilkan kecepatan sekitar 11.000 –
15.000 rpm. Dengan kecepatan tersebut batu gerinda yang merupakan
komposisi aluminium oksida dengan kekasaran serta kekerasan yang sesuai,
dapat menggerus permukaan logam sehingga menghasilkan bentuk yang
diinginkan. Dengan kecepatan tersebut juga, mesin gerinda juga dapat
digunakan untuk memotong benda logam dengan menggunakan batu gerinda
yang dikhususkan untuk memotong.
Pada
umumnya mesin gerinda tangan digunakan untuk menggerinda atau memotong
logam, tetapi dengan menggunakan batu atau mata yang sesuai kita juga
dapat menggunakan mesin gerinda pada benda kerja lain seperti kayu,
beton, keramik, genteng, bata, batu alam, kaca, dan lain-lain. Tetapi
sebelum menggunakan mesin gerinda tangan untuk benda kerja yang bukan
logam, perlu juga dipastikan agar kita menggunakannya secara benar
karena penggunaan mesin gerinda tangan untuk benda kerja bukan logam
umumnya memiliki resiko yang lebih besar.
Maksud dan Tujuan
a. Maksud.
Tulisan
ini dibuat dengan maksud agar dapat mengetahui gerinda lebih mendalam
karena minimnya tingkat pengetahuan tentang roda gerinda dan cara
pengoperasian mesin gerinda.
b. Tujuan.
Tulisan
ini dibuat dengan tujuan agar dapat mengetahui lebih banyak tentang
gerinda agar mempunyai dasar pengetahuan sehingga memudahkan
penggerindaan dengan penggunaan roda gerinda yang sesuai dengan material
benda kerja yang akan digerinda dan bermanfaat untuk mencegah
kecelakaan kerja.
ANALISA GERINDA
Macam-macam batu gerinda.
Fungsi dari batu gerinda berbeda-beda dalam pemakaiannya, berikut fungsi dari beberapa jenis batu gerinda :
a. Flat wheels, untuk melakukan penggerindaan alat-alat potong seperti handtap, countersink, mata bor, dan sebagainya.
b. Cup wheels, untuk melakukan penggerindaan alat-alat potong seperti cutter, pahat bubut, dan sebagainya.
c. Dish grinding wheels, untuk melakukan penggerindaan profil pada cutter.
d. Shaped grinding wheels, untuk memotong alat potong ataupun material yang sangat keras, seperti HSS, material yang sudah mengalami proses heat treatment.
e. Cylindrical grinding wheels, untuk melakukan penggerindaan diameter dalam suatu jenis produk.
Selain
fungsi yang berbeda pada setiap jenis batu, juga mempunyai warna batu
yang berbeda pula, dimana setiap warna yang dimiliki batu mempunyai
karakteristik yang berbeda pula, di pasaran pada umumnya terdapat warna
merah muda, putih dan hijau.
• Bagian-bagian Mesin Gerinda
Bagian
badan mesin yang biasanya terbuat dari besi tuang yang memiliki sifat
sebagai peredam getaran yang baik. Fungsinya adalah untuk menopang meja
kerja dan menopang kepala rumah spindel.
Bagian poros spindel merupakan bagian yang kritis karena harus berputar dengan kecepatan tinggi juga dibebani gaya pemotongan pada batu gerindanya dalam berbagai arah. Bagian meja juga merupakan bagian yang dapat mempengaruhi hasil kerja proses gerinda karena diatas meja inilah benda kerja diletakkan melalui suatu ragum yang dikencangkan pada meja ini.
Bagian poros spindel merupakan bagian yang kritis karena harus berputar dengan kecepatan tinggi juga dibebani gaya pemotongan pada batu gerindanya dalam berbagai arah. Bagian meja juga merupakan bagian yang dapat mempengaruhi hasil kerja proses gerinda karena diatas meja inilah benda kerja diletakkan melalui suatu ragum yang dikencangkan pada meja ini.
Power Transmission
Power Transmission gerinda dilindungi oleh pelindung tetap sebagai peredam getaran. Power Transmission gerinda berupa spindle.
Point Of Operation
Point Of Operation gerinda ini merupakan bagian mesin yang dirincang untuk mengasah atau mengikis benda kerja.
Pelindung yang Dapat Diatur
Pelindung
ini adalah safety glass, di mana dirancang untuk melindung bagian atas
badan pekerja seperti bagian wajah dari percikan api.
Heavy wheel guard
Heavy wheel guard bertujuan untuk melindung geindapada saat berputar dan merupakan pelindung tetap.
Meja Benda
Meja benda bertujuan untuk mengontrol benda pada saat penggerindaan dan
mempengaruhi hasil dari penggerindaan.
Bagian-Bagian dari Roda Gerinda.
Setiap roda gerinda mempunyai dua komponen :
a. Abrasive berfungsi sebagai pemotong/pengasah.
b. Bond berfungsi sebagai perekat yang mengikat butiran-butiran abrasive selama pemotongan.
Diantara
abrasive dan bond terdapat bagian-bagian kosong atau pori-pori dalam
ukuran dan jumlah yang beraneka ragam, mempengaruhi roda-roda gerinda
dalam pengasahannya.
Pembuatan Roda Gerinda.
Butiran-butiran
abrasive dan perekat dicampur, kemudian dicetak/dibentuk dan
dikeringkan dalam cetakan pada tekanan yang tinggi dan suhu antara 42°-
45° C. Ukuran terakhir dan bentuknya dibuat setelah proses pengeringan.
Perekat roda gerinda kemudian di “vitrify” kan pada suhu antara 1200°-
1300°C dan didinginkan dengan perlahan-lahan sekali. Proses pendinginan
kadang-kadang maksimum lamanya 120 hari. Sebagai tindakan pencegahan
demi keamanan, pemeriksaan yang teliti diadakan setelah proses
pendinginan.
Aksi Potong (pemotongan).
Proyeksi
dari permukaan roda gerinda akan terlihat beribu-ribu butiran tajam.
Apabila diputar dengan kecepatan tinggi dan dipertemukan dengan benda
kerja, akan memotong beram-beram yang kemudian menjadi merah dan panas
karena gesekan yang keras.
Bahan Asah/Pengasah.
Amril
(ampelas), corundum, silicon carbide, alumunium oxide, boron nitride
dan intan yang dihancurkan adalah bahan-bahan asah yang digunakan sampai
sekarang. Bahan-bahan tersebut beraneka ragam dalam kekerasan dan
kerapuhan, mempunyai sifat dan bentuk yang berbeda-beda :
a. Amril
adalah kristal dari alumunium oksida dan besi oksida dengan persentase campuran yang bermacam-macam.
b. Corundum
adalah
alumunium oksida dengan bermacam-macam tingkat kemurniannya. Amril dan
corundum sebagian besar digunakan dalam pembuatan kertas pengasah dan
kain pengasah.
c. Silicon carbide
adalah
kombinasi kimia dari karbon dan silicon yang dibuat dari dapur tinggi
listrik. Pekerjaan ini memakan waktu ± 36 jam pada temperatur 2000°C.
Setelah itu silicon carbide diambil dalam bentuk kristal-kristal yang
banyak. Silicon carbide berwarna hitam kehijau-hijauan.
d. Alumunium oxide
yang
mula-mula berasal dari bauksit, juga dibuat dalam dapur tinggi listrik.
Bauksit lebur dalam temperatur ± 2100°C. Batangan-batangan dipatahkan,
dihancurkan dan digiling menjadi butiran-butiran kecil.
e. Boron nitride
adalah
hasil produksi buatan General Electrik Corp. Barang tersebut mempunyai
bentuk kristal berbentuk kubus keras seperti silicon carbide, suhunya
stabil hingga 1400°C.
f. Intan
adalah bahan asah yang terkeras. Carbon yang murni dan sekarang ini dibuat untuk pembuatan proses industri.
Perekat.
Perekat
harus mengikat butiran-butiran pengasah bersama-sama dan melengkapi
roda gerinda dengan kekuatan dan kekerasan. Ada beberapa tipe perekat
yang digunakan dan masing-masing tipe mempunyai kegunaan tersendiri :
a. Vitrified bonds
adalah
suatu campuran dari tanah liat, feldspar dan kwarsa dicampur pada suhu
kira-kira 1100° – 1350°C. Roda gerinda ini sensitif terhadap hentakan
dan pukulan tapi tidak berubah karena panas atau dingin dan tidak dapat
dipengaruhi oleh air, asam atau oli. Roda gerinda ini tidak dibuat dalam
bentuk yang tipis seperti roda gerinda untuk memotong karena tidak
dapat menerima beban dari samping. Perekat ini dicampur dalam
bermacam-macam persentase yang baik sehingga mendapatkan bermacam-macam
tingkatan. Kepadatan dari roda gerinda dapat dengan mudah ditentukan
oleh proses “vitrified”.
b. Silicate bonds (mineral bond)
Komponen
ini digunakan silicate dari soda (water glass). Oksida seng ditambahkan
sebagai bahan anti air. Campuran butiran-butiran pengasah dan
perekatnya dipadatkan didalam cetakan besi dan dibakar pada temperatur
260°C selama 2 – 4 hari. Dengan perekat ini butiran-butiran pengasah
lebih mudah lepas dari pada vitrified bond dan roda gerinda ini disebut
“pulder acting” yang digunakan khusus untuk mengasah alat-alat potong.
c. Shellac bonds (organik bond)
Roda
gerinda “shellac” dapat dibuat tipis 3 mm atau kurang. Serbuk shellac
dicampur dengan butiran-butiran pengasah dan dipanaskan sampai
shellacnya meleleh dan menyelimuti setiap butiran pengasah. Campuran ini
diroll menjadi lembaran dan dipotong. Perekat ini baik untuk pengerjaan
halus dan ketahanan terhadap panas rendah.
d. Rubber bonds (organik bond).
Untuk membuat roda gerinda ini, karet murni dicampur dengan sulfur sebagai komponen pemanas. Roda gerinda ini dapat digunakan juga sebagai pemotong.
d. Synthetic resin bond bakelite
adalah
salah satu perekat yang digunakan untuk pembuatan roda gerinda potong
yang tipis. Perekat ini elastis dan ulet. Digunakan untuk menghilangkan
kerak-kerak besi tuang dan menggerinda las.
LANGKAH KERJA PENGGUNAAN MESIN GERINDA
Bekerja
dengan mesin gerinda prinsipnya sama dengan proses pemotongan benda
kerja. Pisau atau alat potong gerinda adalah ribuan keping berbentuk
pasir gerinda yang melekat menjadi keping roda gerinda. Proses
penggerindaan dilakukan oleh keping roda gerinda yang berputar menggesek
permukaan benda kerja. Kecepatan kerja dalam kerja gerinda bukan
faktor utama, hasil akhir dalam bentuk dan ketepatan ukuran lebih
diutamakan. Dua operasi penggerindaan yang akan dijelaskan adalah kerja
gerinda permukaan dan kerja gerinda silinder luar dan dalam.
Urutan kerja gerinda umumnya adalah sebagai berikut :
a. Pemahaman gambar kerja
b. Pencekaman benda kerja
c. Pemeriksaaan air pendingin
d. Pemeriksaan ketajaman roda gerinda
e. Pengaturan putaran
f. Penyetelan panjang langkah dan dalamnya pemakanan
g. Pemeriksaan penggerindaan (jalan kosong)
h. Penggerindaan benda kerja
i. Pemeriksaan hasil gerinda
Syarat utama yang perlu diperhatikan dalam pemilihan roda gerinda ialah :
a. Sifat fisik dari material yang akan digerinda mempengaruhi pemilihan dari bahan asah. Gunakan roda gerinda alumunium oksida
untuk material-material berkekuatan tarik yang tinggi. Seperti contoh
baja karbon, baja campuran, baja kecepatan tinggi, besi tempa, perunggu
dll. Gunakan roda gerinda silicon carbide untuk material
berkekuatan tarik yang rendah. Contoh besi kelabu, kuningan, alumunium,
tembaga, granite, karet, kulit dan lain – lain. Gunakan roda gerinda
keras untuk material yang lunak dan gunakan roda gerinda lunak untuk
material yang keras. Bila menggerinda material keras, butiran-butiran
lebih cepat tumpul dari material lunak, maka lunaknya perekat diperlukan
untuk memudahkan butiran-butiran membelah atau meninggalkan roda
gerinda dengan tujuan memunculkan butiran-butiran baru sebagai
penggantinya. Material lunak kurang cepat penumpulan
butiran-butirannya. Perekat kuat memungkinkan pemegangan butiran-butiran
lebih lama.
b.
Banyaknya material yang dihilangkan dan hasil akhir yang diminta
mempengaruhi pemilihan dari ukuran butiran, struktur dan tipe perekat.
Gunakan roda gerinda yang kasar dan berpori-pori untuk pemakanan banyak.
Gunakan roda gerinda berbutiran halus untuk penyelesaian yang baik.
Gunakan roda gerinda berbutiran kasar untuk material liat dan berbutiran
halus untuk material keras. Disini kecepatan produksi bukan faktor
yang penting, gunakan roda gerinda elastis untuk penyelesaian yang
terbaik.
Menggerinda Permukaan.
Menggerinda permukaan adalah mengerjakan penggerindaan pada permukaan yang lurus. Jenis gerinda permukaan antara lain :
a.
Memotong atau menipiskan permukaan yang panjang dan gerinda bentuk.
Benda kerja diletakkan pada meja mesin yang diikat dengan magnit. Roda
gerinda dipasang pada poros yang letaknya horizontal. Pamakanannya
bergerak menurun dan diatur antara 1/1000 sampai 5/100 mm setiap gerak
pemakanannya.
b.Gerinda
permukaan lainnya adalah menggerinda benda kerja yang dipasang pada
kepala tetap (cekam), dan diantara dua senter. Untuk benda kerja yang
dijepit antara dua senter, dapat menggunakan permukaan depan roda
gerinda. Agar permukaan benda kerja rata, permukaan depan roda gerinda
di truing minimum 1 derajat kearah pusat sumbu.
Menggerinda silinder.
a. Menggerinda silinder luar.
Dilakukan
dengan gerak memanjang untuk benda kerja panjang, dan gerak tegak lurus
untuk benda yang tebalnya tidak melebihi tebal roda gerinda. Gerak
tegak lurus juga dilakukan untuk gerinda bentuk.
b. Menggerinda silinder dalam.
Dilakukan
sesuai posisi benda kerja, yaitu benda kerja dapat berputar misalnya
bentuk ring, pelana (bush), dan benda kerja tidak dapat berputar, misal
bentuk jig dan dies.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECELAKAAN KERJA
Analisa
kecelakaan memperlihatkan bahwa untuk setiap kecelakaan kerja ada
faktor penyebabnya. Sebab-sebab tersebut bersumber kepada alat-alat
mekanik dan lingkungan serta kepada manusianya sendiri. Untuk mencegah
kecelakaan, penyebab-penyebab ini harus dihilangkan. Delapan puluh
lima persen (85%) dari sebab-sebab kecelakaan adalah faktor manusia.
Maka dari itu, usaha – usaha keselamatan selain ditujukan kepada teknik
mekanik juga harus memperhatikan secara khusus aspek manusiawi. Dalam
hubungan ini, pendidikan dan penggairahan keselamatan kerja kepada
tenaga kerja merupakan sarana penting.
Kultur
dan kedisiplinan dalam menggunakan perlengkapan kerja standar akan
memberikan pengaruh terhadap keselamatan kerja yang didukung latar
belakang sosial ekonomis dan kultural yang sangat luas. Tingkat
pendidikan dan latar belakang kehidupan yang luas, seperti
kebiasaan-kebiasaan, kepercayaan-kepercayaan, peralatan dan perlengkapan
kerja erat bersangkut paut dengan pelaksanaan keselamatan kerja. Demikian
juga, keadaan ekonomi ada sangkut pautnya dengan permasalahan
keselamatan kerja tersebut. Maka keselamatan kerja lebih tampil ke depan
lagi, dikarenakan cepatnya penerapan teknologi dengan segala seginya
termasuk problematik keselamatan kerja menampilkan banyak permasalahan,
sedangkan kondisi sosial – kultural belum cukup siap untuk
menghadapinya. Bahkan kadang -kadang hilang hasil jerih payah suatu
usaha dikarenakan kecelakaan. Keselamatan kerja merupakan satu bagian
dari keselamatan pada umumnya. Kecelakaan adalah kejadian yang tak
terduga dan tidak diharapkan. Tak terduga, oleh karena dibelakang
peristiwa itu tidak terdapat unsur kesengajaan, lebih-lebih dalam bentuk
perencanaan. Maka dari itu, peristiwa sabotase atau tindakan kriminal
di luar ruang lingkup kecelakaan yang sebenarnya. Tidak diharapkan, oleh
karena peristiwa kecelakaan disertai kerugian material ataupun
penderitaan dari yang paling ringan sampai kepada yang paling berat.
Kecelakaan akibat kerja adalah kecelakaan berhubungan dengan hubungan
kerja pada suatu instansi. Hubungan kerja di sini dapat berarti bahwa
kecelakaan terjadi dikarenakan oleh pekerjaan atau pada waktu
melaksanakan pekerjaan. Maka dalam hal ini, terdapat dua permasalahan
penting, yaitu :
a. Kecelakaan adalah akibat langsung pekerjaan.
b. Kecelakaan terjadi pada saat pekerjaan sedang dilakukan
Terdapat tiga kelompok kecelakaan :
a. Kecelakaan akibat kerja di tempat pekerjaan.
b. Kecelakaan lalu lintas
c. Kecelakaan di rumah
Bahaya pekerjaan adalah faktor-faktor dalam hubungan pekerjaan yang dapat mendatangkan kecelakaan. Bahaya
tersebut disebut potensial jika faktor-faktor tersebut belum
mendatangkan kecelakaan. Jika kecelakaan telah terjadi, maka bahaya
tersebut sebagai bahaya nyata.
Sebab-Sebab Kecelakaan Kerja.
Dari pengalaman selama ini dapat diketahui bahwa penyebab kecelakaan pada garis besarnya dapat dibagi atas dua golongan, yaitu :
a.
Kecelakaan yang disebabkan oleh karena keadaan yang berbahaya, misalnya
tidak ada pengamannya, peralatan kerja yang rusak, instalasi yang tidak
memenuhi syarat, lantai yang licin dan sebagainya.
b.
Kecelakaan yang disebabkan oleh tindakan-tindakan yang berbahaya, yang
umumnya ditimbulkan oleh tingkah laku manusia sewaktu bekerja.
Pada
umumnya kecelakaan yang terjadi adalah akibat dari kedua golongan
penyebab tersebut di atas, yang kalau dianalisa secara mendalam, dapat
diuraikan
lagi menjadi tiga faktor, sebagai berikut :
a. Faktor lingkungan kerja.
b. Faktor mesin dan peralatan.
c. Faktor manusia atau tenaga kerja.
Supaya
pencegahan kecelakaan dapat terlaksana dengan baik, maka harus
dilakukan usaha-usaha agar ketiga faktor penyebab kecelakaan tersebut di
atas tidak berada pada kondisi yang memungkinkan terjadinya kecelakaan.
Faktor lingkungan kerja.
Faktor
lingkungan kerja yang penting dan perlu diperhatikan adalah kebersihan,
pertukaran udara di dalam ruangan, penerangan, dan tata ruang dari
mesin dan peralatan kerja. Jadi supaya tidak terjadi kecelakaan perlu kita perhatikan :
a. Kebersihan, misalnya lantai tidak licin karena tidak adanya kotoran berupa minyak pelumas.
b.
Pertukaran udara di dalam ruangan dapat berlangsung dengan baik
sehingga tidak perlu terjadi seseorang tenaga kerja kehilangan kesadaran
karena kekurangan udara bersih (oksigen).
c. Penerangan dijaga agar kapasitasnya mencukupi, sesuai dengan sifat pekerjaan yang dilakukan.
d.
Tata ruang harus dijaga agar mematuhi persyaratan, misalnya tidak
terlalu sempit dan mudah bagi lalu lintas barang atau orang.
Faktor mesin dan peralatan.
Faktor mesin dan peralatan yang perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya kecelakaan, adalah :
a. Pengaman-pengaman harus dipasang pada mesin, sesuai dengan persyaratan – persyaratan keselamatan kerja.
b. Peralatan-peralatan
pengaman yang dipakai oleh mekanik harus dijaga agar tetap pada kondisi
yang baik, sehingga benar-benar dapat berfungsi sebagai pengaman dalam
kerja.
Faktor manusia.
Faktor manusia yang menyebabkan terjadinya kecelakaan biasanya adalah :
a. Kelalaian
b. Kekurangan pada keterampilan atau kecakapan dalam bekerja
c. Kekurangan yang terdapat pada fisik dan mental si tenaga kerja.
UPAYA MENCEGAH KECELAKAAN KERJA
DALAM PENGGUNAAN MESIN GERINDA
Keselamatan
kerja perlu mendapat perhatian, karena pada saat bekerja roda gerinda
berputar sangat tinggi. Pecahnya roda gerinda akibat kesalahan operasi
dan pemeriksaan kondisi roda gerinda yang tidak cermat dapat
mencelakakan operator.
Kecelakaan akibat kerja dapat dicegah dengan :
a. Standarisasi, yaitu
penetapan standar-standar resmi, setengah resmi atau tak resmi mengenai
misalnya konstruksi yang memenuhi syarat-syarat keselamatan jenis
peralatan tertentu, praktek-praktek keselamatan dan higiene umum, atau
alat-alat perlindungan diri.
b. Pengawasan, yaitu pengawasan tentang dipatuhinya ketentuan-ketentuan yang diwajibkan.
c. Penelitian bersifat teknik,
yang meliputi sifat dan ciri-ciri bahan-bahan yang berbahaya, pengujian
alat-alat perlindungan diri, penelitian tentang pencegahan peledakan
gas dan debu, atau penelaahan tentang bahan-bahan dan desain paling
tepat untuk tambang-tambang pengangkat dan peralatan pengangkat lainnya.
d. Riset medis, yang
meliputi terutama penelitian tentang efek-efek fisiologis dan patologis
faktor-faktor lingkungan dan teknologis, dan keadaan-keadaan fisik yang
mengakibatkan kecelakaan.
e. Penelitian psikologis, yaitu penyelidikan tentang pola-pola kejiwaan yang menyebabkan terjadinya kecelakaan.
f. Penelitian secara statistik,
untuk menetapkan jenis-jenis kecelakaan yang terjadi, banyaknya ,
mengenai siapa saja, dalam pekerjaan apa, dan apa sebab-sebabnya.
g. Pendidikan, yang menyangkut pendidikan keselamatan dalam kurikulum teknik, sekolah-sekolah atau kursus-kursus pertukangan.
h. Latihan-latihan, yaitu latihan praktek bagi operator, khususnya yang baru, dalam keselamatan kerja.
Alat – alat keselamatan yang diperlukan selama menggunakan mesin gerinda adalah sebagai berikut :
a. Masker, digunakan untuk melindungi pernafasan kita pada saat melakukan penggerindaan, terutama pada saat melakukan dressing.
b. Kacamata, untuk melindungi mata dari percikan bunga api dan debu pada saat penggerindaan.
c. Bevel protector, alat yang digunakan untuk mengukur sudut pada alat potong setelah melakukan penggerindaan.
d. Surface plate,
alat yang digunakan untuk melihat kerataan atau ketinggian pada mata
cutter, berupa alat yang mempunyai permukaan sangat rata dan halus.
e. Caliper, digunakan untuk mengukur sebuah dimensi, biasanya dipakai untuk membuat pahat ulir.
f. Dresser, merupakan batu diamond yang digunakan untuk membersihkan batu gerinda yang kotor.
g. Kunci “L” dan kunci pas, untuk mengatur sudut-sudut pada alat potong yang akan digerinda.
Selama
roda gerinda berputar, posisi operator tidak boleh berada pada bidang
perputaran roda gerinda. Beberapa langkah keselamatan kerja mesin
gerinda antara lain :
a. Selalu periksa kondisi roda gerinda dari keretakan. Ketuk roda gerinda dengan tangkai obeng, bila suaranya nyaring berarti baik, dan sember beararti ada keretakan.
b. Jaga kecepatan roda gerinda sesuai ketentuan tabel kecepatan pada mesin tersebut.
c. Pastikan benda kerja, kepala lepas, pencekam dan peralatan yang lain sudah pada posisi yang benar.
d. Gunakan roda gerinda sesuai dengan jenis kerja dan benda kerjanya.
e. Jangan
memakankan (to feed) terlalu cepat benda kerja antara dua senter
kemungkinan akan tertekan dan dapat merusakkan benda kerja dan roda
gerindanya.
f. Stop seluruh motor penggerak sebelum mengatur atau menyetel mesin gerinda.
g. Ketika mengasah roda gerinda (dressing / truing) pastikan intan pengasah terletak pada posisi yang kuat dan benar.
h. Jangan memeriksa dimensi (pengukuran) selama benda kerja sedang digerinda.
i. Ketika memasang atau menempatkan benda kerja, pastikan roda gerinda diundurkan atau dijauhkan agar tidak mengganggu pemasangan.
j.
Jangan gunakan pakaian kerja yang panjang dan terjurai, kalung, dan
perhiasan lainnya yang memungkinkan jatuh atau tersangkut selama kerja
gerinda.
k. Jangan tinggalkan mesin gerinda dalam keadaan hidup, pastikan mesin mati pada saat meninggalkan.
Mas admin, apakah di indonesia/perusahaan lokal/dlm negeri sdh ada yg bisa memproduksi batu gerinda secara mandiri?
BalasHapus